Showing posts with label SMA. Show all posts
Showing posts with label SMA. Show all posts

Tuesday, May 22, 2012

Realita SMA RSBI Masa Kini

Selamat malam. Kali ini admin akan sedikit bercerita mengenai sekolah RSBI terutama kelebihan dan kekurangannya itu sendiri menurut sudut pandang saya. Admin sendiri sebenarnya bukan orang yang bersekolah di sekolah RSBI, untuk pendaftarannya sendiri admin pernah mengikuti tapi kalau tidak salah admin tidak lolos dalam tahap TPAnya. Latar belakang dari postingan saya kali ini adalah sebagai berikut:

Saya kebetulan punya teman dekat yang kebetulan anak RSBI di SMAN 21. Sebut saja namanya Oding. Admin dan dia kebetulan sekelas di salah satu SMP Negeri yang lokasinya di Jakarta Timur berdekatan dengan pusat. Kira-kira saat itu dari sekolah admin ada sekitar 12 orang yang ikut test. Nah kebetulan dia salah satu yang lolos dalam seleksi tersebut. Dia kebetulan lolos dalam test seleksi baik TPA, psikotest, test komputer dan TOEFL dan sebagainya. Kalau tidak salah dia bagusnya di Matematika, nilainya 95. Sisanya IPS dan IPA 85 dan Bahasa Indonesia 90. Toeflnya kan kebetulan paper based, scorenya 515. Nah, kan kebetulan admin ama dia ketemuan tuh di 7-Eleven Matraman pas hari sabtu lalu. Urusannya sih yang paling utama dia mau mentraktir admin karena dia kebetulan baru jadian 2 minggu yang lalu dan dia janji mau ngetraktir admin kalo dia jadian. Lumayan lah, Dunhill Mild satu bungkus sama Big Bite yang Black pepper admin dapetin dari Oding dan segelas Slurpee ukuran medium yang campurannya saya agak lupa. Thank you mas bro :D. Singkat cerita dia bilang gini ke admin:

"Hend (nama admin sebut saja Hendra), gue sebenarnya agak-agak nggak kuat lho masuk RSBI. Susah buat ada namanya waktu santai. Guru-gurunya terutama guru IPA banyak yang ngeselin. Mana bentar lagi kalo telat dikit dihukumnya lama banget. Bisa satu jamman lah. Di kelas gue juga anak-anaknya pinter-pinter semua lagi." (Percakapan tersebut cukup panjang ya cuplikannya gitu deh)

Inti dari percakapan tersebut adalah: Kalau ingin masuk jurusan IPS, jangan masuk RSBI. Mendingan sekalian reguler aja kalo jurusannya mau masuk IPS. Tapi kalau ingin merasa tidak dianggap madesu dalam IPS, mendingan beneran berprestasi dalam IPSnya atau kalo pengen IPA boleh kok jadi IPA-IPAan deh di RSBI.
Nah, kali ini admin akan sedikit menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari sekolah RSBI tersebut. Tapi sebelumnya akan menjelaskan proses dalam seleksi masuk sekolahnya tersebut. Jadwal dari seleksi tersebut akan admin jelaskan dibawah tabel ini


SMA RSBI

NOKEGIATANTANGGALJAMKETERANGAN
1Pendaftaran Online *)4 - 7 Juni 201224 JamOnline
2Pendaftaran Langsung dan Verifikasi4 - 7 Juni 201208.00 - 14.00di Sekolah tujuan
3Pengumuman Seleksi Berkas8 Juni 201208.00Online
4Tes Potensi Akademik (TPA)9 dan 11 Juni 201208.00 - 14.00di Sekolah tujuan
5Pengumuman Hasil Seleksi Online13 Juni 201208.00 - 14.00Online
6Lapor Diri13 - 15 juni 201208.00 - 14.00di Sekolah tujuan
7Pengumuman Cadangan15 Juni 201215.00Online
8Lapor Diri Cadangan18 Juni 201208.00 - 14.00di Sekolah tujuan
Keterangan:
   *) batas waktu pendaftaran on-line pada tanggal 7Juni 2012 ditutup pada pukul 12.00
  **) pada saat verifikasi pendaftaran bagi peserta didik luar daerah di sertai dengan menyerahkan SKHUN
***) khusus pelaksanaan lapor diri pada tanggal 13 Juni 2012 di lakukan mulai pukul 13.00


(Untuk tahun ini, sepertinya test komputer dan TOEFL Prediction serta psikotest tidak ada dalam jadwal. Ada kemungkinan hal ini untuk mempersingkat waktu dan mungkin TPA tahun ini sudah digabung dengan TOEFL, komputer dan Psikotest. Maka kita lihat saat ini jadwalnya lebih lama dibanding tahun lalu yang kalau tidak salah Dzuhur sudah selesai).

Proses menurut tabel ini adalah sebagai berikut:

1. Pendaftaran Online/Langsung dan Verifikasi: Pendaftaran via online atau langsung sebenarnya sama saja. Kita disuruh mememberikan berkas-berkas yang dibutuhkan. Biasanya nilai raport yang diutamakan. KKM untuk lolos test berkas pada tahun lalu sekitar rata-rata 70/75 untuk setiap mata pelajaran (terutama MTK, IPS, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) yang dimulai dari kelas 7 semester 1 sampai kelas 9 semester 1 (kalau tidak salah) yang sudah dilegalisir. Cuman yang membedakan kalau online, kita cukup memberikan bukti pengajuan pendaftaran online kepada panitia penerima sebagai bukti verifikasi. Sedangkan bagi sistem langsung biasanya agak ribet karena harus mengantri dalam pendaftaran dan sebagainya. Syarat lainnya ialah punya surat keterangan sehat dari dokter, melampirkan surat-surat piagam prestasi atau sertifikat (bila punya), surat keterangan dari sekolah bahwa dia adalah murid dari sekolah asal, foto 3X4 (tahun lalu sih begitu) dan usia maksimal 21 tahun (tahun 2011). Bukti verifikasi haruslah disimpan karena hal itu berpengaruh terhadap tahap-tahap berikutnya.

2. Pengumuman seleksi berkas: Biasanya hasil dari pendaftaran dan seleksi berkas maka akan ketahuan hasilnya. Dalam website PPDB tahun lalu, kita bisa mengetahui hasil test kita dengan memasukan nomor pendaftaran/verifikasi yang kita dapat ke webnya atau datang langsung ke sekolahnya. Hasil proses pada tahun lalu di online diumumkan sekitar jam 08.00 pada hari Sabtu (admin saat itu di dalam kereta dan saat itu hasilnya lolos). Setelah itu akan disuruh mengambil kartu peserta TPA yang dapat diambil di sekolah yang kita inginkan.

3. Test Potensi Akademik (TPA): Test ini merupakan proses tersulit dalam seleksi RSBI. Soal yang diujikan pada tahun lalu hampir sama dengan soal-soal yang sering kita kerjakan sebelum UN SMP. Tepatnya model soalnya hampir mirip. Cuman di IPS ada beberapa materi yang admin saat itu lupa karena terfokus dalam materi IPA. Matematika, IPA terpadu, Bahasa Indonesia, IPS akan diujikan dalam test ini. Kemungkinan besar TOEFL dan test komputer di tahun ini akan digabung  dalam test ini mengingat TOEFL digunakan sebagai acuan Bahasa Inggris dalam RSBI. Sayang, pada tahap ini admin tak lolos karena admin kurang memenuhi KKMnya :( (Update, test TPA yang hari Sabtu besok kalau tidak salah Bahasa Indonesia dan Matematika dan Senin itu IPA dan IPS)

4. Pengumuman hasil seleksi Online: Hasil test TPA akan diumumkan dalam test ini. Skor lengkapnya dapat dilihat jelas dalam situs PPDB termasuk rata-ratanya.  Setelah lolos, haruslah lapor diri dengan membawa bukti kartu peserta TPA (dan kalau tidak salah juga nomor verifikasi juga). Kalau tidak maka akan digantikan oleh cadangan (Cadangan dalam test ini akan menggantikan orang-orang yang tidak lapor diri dalam test ini. jadi kalau mau masuk, ya harus lapor diri lah).

Demikian tahapan dalam seleksi SMA RSBI. SMA RSBI di Jakarta ada beberapa buah, diantaranya sebagai berikut (nomor yang di kiri merupakan NPSNnya):

Daftar Alamat SMA RSBI di Provinsi DKI Jakarta

DKI Jakarta
NPSN
NAMA SEKOLAH
ALAMAT
NO. TELP
20102568SMA NEGERI 8Jl Taman Bukit Duri Tebet(021)8295455
20102216SMA NEGERI 3JL. SETIABUDI II, Jakarta Selatan(021)5254663
20107319SMA NEGERI 28JL RAYA RAGUNAN, JAKARTA SELATAN(021)7806293
20100806SMA NEGERI 13Jalan Seroja No. 1, Rawa Badak Utara(021)4303676
20103283SMA NEGERI 21Jl Kel Kayu Putih Pulau Gadung(021)4895164
20100199SMA NEGERI 68Jl Salemba Raya No 18(021)3142929
20102570SMA NEGERI 70Jl. Cikini Raya no.87 Jakarta Pusat(021)7222667
20101588SMA NEGERI 78Jl Kemanggisan Palmerah(021)5482914
20103301SMA NEGERI 81Jl Komp Kodam Kalimalang(021)8629940
Kota Jakarta Timur
NPSN
NAMA SEKOLAH
ALAMAT
NO. TELP
20103307SMA NEGERI 61JL. TARUNA PAH. REVOLUSI(021)8617255



Nah itu dia list dari sekolah RSBI di Jakarta. Dan saya akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan SMA RSBI.

Kelebihan:

  1. Siswanya rata-rata pilihan, jarang sekali ada anak RSBI yang madesu terkecuali di SMA 3 dimana tingkat orang madesu yang elit tukang buang-buang duit cukup tinggi karena lokasinya yang elite
  2. Situasi yang ditawarkan sangatlah kondusif. Letaknya biasanya strategis dan jarang adanya kebisingan atau kekacauan. Guru-guru yang ditawarkan merupakan guru-guru pilihan yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia. Fasilitas termasuk baik dibandingkan SMA reguler (sebenarnya fasilitas di Reguler banyak yang lebih bagus kok daripada RSBI)
  3. Siswa yang masuk dalam sekolah tersebut akan dicap bangga oleh lingkungan sekitar. Orang yang masuk RSBI bila dalam lingkungan yang kacau atau melakukan perilaku buruk akan merasa malu karena takut nama sekolahnya tercoreng atau nama sekolahnya dicap buruk karena perilaku dia itu.
  4. Jalur Undangan Perguruan Negeri lebih banyak kapasitasnya (sekitar 50%, tahun lalu 75% karena adanya konflik antara pro RSBI dengan yang tidak). Sekolah reguler mungkin akan sedikit dalam mendapat kapasitas masuk jalur undangan.
  5. Kelas IPA lebih banyak. Rata-rata kelas IPA ada 4 kelas dan IPS ada 2 kelas. Jadi bila anda ingin masuk IPS, mendingan masuk reguler aja biar hidup tentram.
  6. Kurikulumnya berstandar nasional dengan (ada)  sentuhan Inggris dalam pengajarannya. Soal yang diujikan terkadang ada soal yang mengandung bahasa Inggris.
  7. RSBI sangat mengutamakan namanya ilmu Sains dibandingkan sosial. Hal ini dapat dilihat seperti nomor 5.
  8. Disiplin yang dimiliki sangat tinggi dibanding sekolah lain, prestasi dalam akademik atau olahraga cukup baik.
  9. Prestasi sekolah RSBI rata-rata banyak, terutama dalam memenangi olimpiade ataupun lomba-lomba karena pembinaan yang cukup istimewa dan support yang bagus dari gurunya.
  10. Dan sebagainya
Tetapi, ada beberapa kelemahan dalam RSBI, seperti:
  1. Bayaran mahal, diatas 500.000 sebulan, uang pangkal sekitar sepuluh-belasan juta. Makanya siswa miskin jarang yang masuk RSBI
  2. Karena pengajarnya terlalu pintar, maka terkadang siswa kurang jelas dalam belajar ataupun guru tersebut cuek bebek.
  3. Tugas-tugas banyak, karena keterbatasan guru dalam mengajar.
  4. Pulangnya pasti diatas jam 2 karena takut dibawah jam 2 materinya kurang tersampaikan dengan sempurna.
  5. RSBI kurang direkomendasikan bagi siswa yang ingin masuk IPS. Kalau IPA, sebaiknya IPA-IPAan saja dibanding dicap madesu kalau masuk IPS.
  6. Seleksinya cukup ribet, seperti yang sudah saya jelaskan diatas.
  7. RSBI bukan diciptakan bagi orang-orang pemalas, jadi bila ingin santai maka janganlah masuk RSBI.
  8. Stigma orang yang masuk RSBI terhadap lingkungan ekonomi menengah kebawah dianggap sebagai orang kaya ya karena alasan no 1. itu 
  9. RSBI menciptakan kecemburuan sosial, karena membeda-bedakan status orang yang katanya itu pintar dengan orang yang madesu atau bahasa kasarnya goblok (Padahal mah kemadesuan beberapa siswa RSBI sebenarnya banyak juga lah termasuk SMA 3 angkatan 2014 yang saya pernah lihat videonya sedang pesta-pesta minum minuman keras padahal umur mereka antara 15-17 tahun dan sok-sok elite padahal mereka nggak lebih dari golongan madesu )
  10. Dan sebagainya
Itu merupakan pandangan admin dalam RSBI. Inti dari postingan saya ini adalah, pilihlah SMA yang kalian inginkan adek-adek kelas yang sebentar lagi pengumuman. Saya kalau diberi pilihan apakah RSBI dibubarkan atau tidak saya akan pilih mendukung pembubarannya karena kelemahannya itu yang kurang saya suka, ngomong-ngomong gue penasaran itu anak-anak yang gue pernah tampilin di postingan sebelum-sebelumnya yang gue kasih tau videonya itu anak SD apa SMP ya? Ya begitulah yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf bila ada kesalahan. Oh iya selamat ya untuk adik-adik yang sudah lolos test TPA yang hari ini baru diumumkan (13 Juni 2012). Yang lulus test ini haruslah bersyukur karena test TPA merupakan tahap tersulit dari PPDB ini serta jangan lupa ya lapor diri secepatnya agar bisa menjadi murid sekolah RSBI yang kalian inginkan dan bagi yang nggak lulus jangan kecewa ya, nasib kita sama kok yang penting saat pendaftaran online/berkas nanti di SMA regular bisa mendapat kursi yang tersedia ya dan jadilah anak yang berprestasi, jangan menjadi orang madesu. Prestasi bukanlah dilihat dari sekolahnya RSBI atau Reguler dan sebagainya, tapi prestasi dapat dilihat dari kerja keras kita, disiplin yang kuat, baik terhadap sesama dan membawa nama harum angkatan, sekolah, daerah, dan kalau bisa sampai ke Luar Negeri berkat prestasi yang kita punya.  Kita akhiri dengan mengucap hamdalah bersama-sama.


Sunday, February 19, 2012

30 Tips bagaimana menghadapi Ujian Nasional 2012 dengan baik dan benar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Para adik-adik/kakak-kakak sekalian yang akan mau menghadapi UN pada beberapa bulan kedepan. Admin saat ini akan sedikit membagi kunci sukses bagaimana kalian bisa melewati Ujian Nasional dengan hasil terbaik, barokah dan juga ada rasa puas dihati. Sebelumnya admin akan memberitahu jadwal UN menurut Permendikbud No 59 Th 2011, POS UN SD, SMP, SMA, SMK. Tanya Jawab UN 2011-2012 dan Presentasi Sosialisasi UN dari BSNP. Kalau Tidak ada halangan  maka jadwalnya akan seperti dibawah:

  1. Untuk yang SMA dan MA jadwal ujian aslinya tanggal 16-19 April 2012 susulannya 23-26 April 2012
  2. Untuk yang SMK dan SMALB tanggal 16-18 April 2012 susulannya 23-25 April 2012 
  3. Untuk yang SMP/Mts/SMPLB jadwalnya tanggal 23-26 April 2012 susulannya tanggal 30,1,3,4 Mei 2012 
  4. Untuk yang SD, SDLB, MI tanggal 8-10 Mei 2012 susulannya tanggal 14-16 Mei 2012 
Nah untuk mempersiapkan sebelum hari-H dari Ujian Nasional dimulai ada baiknya kita mengikuti beberapa tips yang diberikan admin (admin kebetulan agak berpengalaman soal ini)

  1. Buatlah impian terlebih dahulu jauh-jauh hari (min 2 bulan sebelum UN) dan tulis impian yang ada hubungannya dengan UN. Semisal kita berkeinginan mendapat nilai UN rata-rata total semua 40,00 (SMP) atau 60,00 (SMA) atau 30,00 (SD). Sebenarnya bila kita sudah menanamkan dasar macam itu niscaya niat dan usaha untuk berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan akan lebih baik. Karena bila kita memang sudah niat, niscaya hasilnya akan lebih baik.
  2. Berdoalah dan beribadah dengan sungguh-sungguh. Berdoa dan beribadah adalah salah satu kunci sukses dalam mendapatkan hasil UN yang baik. Bila kita berdoa dengan sungguh-sungguh, niscaya kita bisa mengerjakan UN dengan mantap dan bila ada kesulitan niscaya pasti ada pertolongan yang tak terduga.Semisal kita rajin Shalat dan selesai Shalat membaca doa-doa dan dzikir.
  3. Lebih sering mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebenarnya hampir sama dengan poin kedua, tapi ini lebih kepada perilakunya. Bila kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh dan diimbangi dengan ibadah-ibadah lainnya semisal yang Islam membaca Al-Quran dengan tajwid yang benar secara sering, berpuasa Sunnah (Daud, Senin-Kamis dsb.) min beberapa bulan sebelum UN, rajin Infaq dan Shadaqah kepada yang membutuhkan, perbanyak datang ke Majelis Pengajian. Niscaya anda akan lebih tenang dalam mengerjakan soal-soal UN.
  4. Banyaklah berbuat baik/berperilaku baik kepada setiap orang. Berperilaku baik kepada Orang tua, saudara, teman sebaya, guru dan sebagainya akan cukup berpengaruh terhadap bagaimana kita mengerjakan soal UN dengan baik. Secara tidak langsung, bila kita berperilaku baik maka terkadang (malah sering) orang yang kita perlakukan baik akan mendoakan kita agar kita bisa melalui UN secara baik dan mantap.
  5. Giatkanlah dan perbanyak waktu untuk berlatih soal. Berlatih soal adalah salah satu kunci sukses bagaimana kita bisa mengerjakan UN dengan baik. Cobalah membeli minimal 4 atau 5 buku kumpulan soal latihan untuk sebagai bahan referensi apa saja yang akan diujikan di Ujian nasional tahun ini. Semakin anda banyak mengerjakan soal, maka saya jamin soal-soal UN tidak akan jauh dari apa yang anda kerjakan. Saya sarankan berlatihlah dari buku latihan Pendalaman materi terbitan Akasia atau Erlangga sebagai materi referensi karena terkadang ada beberapa soal yang diambil dari buku tersebut. Bisa juga berlatih dari soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya. Biasanya soal tahun sebelumnya tak begitu jauh perbedaannya dengan tahun ini. Ingat! Bila dalam buku soal terdapat kunci jawaban dari latihan yang kita coba, usahakanlah membukanya sesudah kita selesai mengerjakannya.
  6. Ikutilah pendalaman materi yang diadakan sekolah dengan serius. Pendalaman materi cukup membantu anda mengerjakan soal UN dan soal-soal yang diberikan di pendalaman materi yang diadakan sekolah terkadang tak akan jauh beda dengan soal UN sebenarnya. Berusahalah mengikutinya dengan fokus dan penuh konsentrasi. Bila diadakan siang, maka berusahalah untuk jangan sampai mengantuk pada waktu tersebut.
  7. Bila anda mengikuti bimbingan intensif untuk UN yang diadakan oleh lembaga bimbingan belajar terkemuka, ikutilah dengan serius dan jangan main-main. Simak apa yang diberikan oleh kakak pengajar dan kerjakan soal yang diberikan. Berusahalah untuk tidak menyontek dengan teman sebelah. Bila ada sesi pembahasan maka simaklah dengan serius. Jangan hiraukan teman sebelah saat mengerjakan ataupun saat sesi pembahasan kecuali kalau sangat penting. 
  8. Bila anda merasa kesulitan terhadap suatu masalah. Jangan ragu untuk bertanya. Tanyakan lah apa yang kita masih belum mengerti kepada teman yang sudah paham atau ke guru mata pelajarannya atau ke guru saat pendalaman materi atau juga ke kakak pengajar di bimbel kita. Bila masih kurang paham, jangan malu untuk bertanya lagi sampai kita paham 100%.
  9. Usahakanlah persiapkan fisik dan mental kita secara penuh. Jangan setengah-setengah. Hindarilah faktor perusak gizi semisal merokok, minum-minuman keras, terlalu banyak begadang dan sebagainya. Sebisa mungkin konsumsi makanan dan minuman yang kaya gizi semisal menu 4 sehat 5 sempurna. Hindarilah stress. Stress hanyalah untuk siswa pengcut. Sebisa mungkin bila anda ada stress hilangkan stress tersebut dengan cara yang aman dan diperbolehkan, bukan seperti merokok, minum-minuman keras dan sebagainya. 
  10. Saat belajar di rumah, sebisa mungkin kita siapkan "Mood Booster" agar kita bisa menerima materi secara penuh dan paham betul. Semisal kita bisa siapkan cemilan, atau kopi atau teh dan juga jangan lupa bila anda lebih senang mendengarkan musik saat belajar maka setelah musik kesukaan anda saat belajar. Niscaya anda bisa menerima materi dengan baik.
  11. Jangan sampai anda terjebak dalam perilaku yang kurang baik. Sebisa mungkin bila anda mempunyai dosa yang banyak, segeralah bertaubat kepada Tuhan. Karena setelah bertaubat niscaya doa yang kita ucapkan akan lebih mudah untuk diwujudkan oleh Tuhan. 
  12. Sering-seringlah mengikuti acara try-out yang diadakan berbagai pihak atau kerjakan soal Try-out yang diadakan sekolah/diknas secara sungguh-sungguh. Try-out yang diadakan oleh pihak luar terkadang juga sebagai alat sosialisasi kita kepada kawan baru. Usahakan mengerjakan soal try-out dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai menyontek. Try-out cukup berguna sebagai bahan gambaran nilai kita nanti saat UN. Bila saat Try-out mendapat nilai jelek, maka berusahalah untuk lebih giat belajar. Bila sudah bagus, maka usahakan pertahankan nilainya seperti itu.
  13. Seringlah berdiskusi dengan teman sebaya. Ini penting agar kita bisa tahu apa yang teman sudah paham dan apa yang belum paham. Bila kita paham sedangkan teman kita belum paham. Cobalah untuk membagi ilmu yang kita punya dan juga sebaliknya. Karena ilmu semakin dibagi tidak akan habis, justru akan bertambah.
  14. Persiapkan alat tulis yang akan dipakai sebelum Hari-H berlangsung. Pensil 2B yang baik, penghapus yang baik dan hasil hapusan yang halus (Saya kalau pensil 2B dan penghapus lebih merekomendasikan yang buatan Faber-Castell terutama untuk penghapusnya saya memilih yang Penghapus EBTA/SPMB warna abu-abu), rautan kecil atau rautan besar untuk hasil lebih tajam (untuk rautan dengan hasil tajam dan lancip sempurna saya merekomendasikan Rautan besar buatan Carl terutama yang seri Angel), papan jalan, kartu UN, dan beberapa hal lain yang dibutuhkan.
  15. Sebisa mungkin kurangi pemakaian handphone, komputer dan gadget, terutama satu bulan sebelum UN. Intensifkan diri anda untuk belajar lebih giat. Karena kalau ada barang tersebut saya jamin bila anda ada barang tersebut niscaya konsentrasi anda akan berkurang.
  16. Minta maaflah kepada orang yang kita pernah sakiti ataupun kepada siapa saja. Karena takutnya ada orang yang tidak ikhlas dan mengakibatkan kita mendapat nilai UN yang tidak memuaskan.
  17. Sebisa mungkin saat sebelum UN jangan sampai begadang. Belajar saat sebelum UN sebisa mungkin cukup sebagai pengingat bukan untuk belajar keras. Bila anda menggunakan sistem kebut semalam, niscaya anda akan kurang konsentrasi saat mengerjakan UN. Kalau bisa tidur lebih awal dibanding hari-hari sebelumnya.
  18. Saat sesi perenungan/muhasabah (biasanya setiap sekolah pasti ada seminggu atau beberapa hari sebelum UN), usahakan sesi tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Usahakan pada sesi tersebut digunakan sebagai perenungan agar kita berbuat lebih baik lagi dan memberikan motivasi lebih agar kita bisa mengerjakan UN dengan sebaik mungkin.
  19. Usahakan pagi sebelum UN tanamkanlah beberapa kata-kata positif semisal "Saya bisa mengerjakan UN dengan hasil sebaik mungkin." Efek dari The Law Of Attraction ternyata sangat mempengaruhi apa yang kita dapatkan saat nanti. Jadi bila kita sudah berpikiran positif saat pagi sebelum UN niscaya anda akan lebih yakin dalam mengerjakan UN.
  20. Datanglah ke sekolah lebih baik satu jam sebelum UN diadakan. Saat di sekolah berusahalah mengecheck segala perlengkapan yang diperlukan saat UN agar kita bisa mengerjakan lebih baik.
  21. Saat sebelum UN dimulai, sebaiknya kita berdoa menurut agama masing-masing. Agar kita lebih dimudahkan dalam mengerjakan soal. Dan saat mengerjakan soal, sebaiknya untuk yang Islam membaca Bismillah terlebih dahulu.
  22. Isilah kolom nama, tanggal, mata pelajaran dan sebagainya terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal dengan bulatan pensil 2B yang rapih dan bersih. Karena hal itu cukup berpengaruh saat dikoreksi nanti.
  23. Saat sudah dibagikan soal, coba check soal yang dibagikan tersebut apakah sudah sesuai dengan paket kita dan berapa jumlah soal yang terdapat dalam soal sudah sesuai atau belum. Check dengan teliti di tiap halaman soal. Kalau ada kesalahan, soal tersebut sebaiknya dikembalikan segera ke pengawas untuk mendapat soal yang sesuai.
  24. Dengarkan instruksi dari pengawas dengan seksama. Bila ada yang kurang jelas mohon ditanyakan ke pengawas.
  25. Bila ada soal atau gambar yang kurang jelas, tanyakan segera ke pengawas. Siapa tahu pengawas kita akan menjelaskan soal atau gambar yang kurang dipahami itu.
  26. Setelah selesai, periksa kembali jawaban yang kita jawab. Manfaatkan sisa waktu untuk mengkoreksi ulang hasil pekerjaan kita tadi.
  27. Jangan terlalu terburu-buru dalam mengerjakan soal UN. Sebisa mungkin kerjakan dengan pelan-pelan dan teliti.
  28. Bila sudah selesai sebaiknya kita mengucapkan kata syukur (Untuk yang Islam kalau sudah selesai membaca Hamdalah).
  29. Bila ada waktu, untuk yang Islam sempatkanlah Shalat Dhuha sesudah mengerjakan UN. Dan bagi agama lain dapat disesuaikan.
  30. Jangan terlalu berpikir akan apa yang dikerjakan tadi. Serahkan saja pada Tuhan karena Dia yang memutuskan apa mendapat hasil bagus atau dia. Karena pada akhirnya segala usaha yang kita lakukan Tuhan yang akhirnya memutuskan juga.
Demikian tips yang admin berikan. Kurang lebihnya mohon maaf bila ada kesalahan kata. Pada akhirnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum. Wr. Wb. 



Friday, January 27, 2012

madesu khinzir: studi kasus kenakalan anak remaja masa kini

INTERMEZZO

Selamat malam menuju pagi, kali ini admin akan sedikit membeberkan studi kasus tentang kenakalan anak remaja masa kini yang dimana kenakalan tersebut cukup mengganggu lingkungan sekitar baik di sekolah maupun dimana saja. Sebelumnya admin pada kesempatan ini baru meresmikan avatar baru dan domain baru serta design yang baru lantaran admin sadar di tahun 2012 hdn-blog harus ada perubahan. Kalau anda perhatikan background dari blog ini anda pasti tidak mengenalnya kan? Saya juga kebetulan nggak kenal. Tapi coba kalian perhatikan dengan foto dibawah ini

WALLS SELECTION

Saya bingung kok foto diatas beda ya ama backgroundnya? Padahal anaknya sama lho. Nah kata salah satu teman admin mukanya agak-agak mirip ama pemeran cewek yang ada di iklan Walls Selection (bukan yang iklan 2012, tapi yang 2011 dimana harusnya si bapaknya ngomongnya “I’m home” eh malah ama Lowe Indonesia di edit deh jadi Double Dutch. Kalau nggak salah menurut penelusuran admin iklan Walls Selection bukan dari sini).

YA SAATNYA KITA AHIRI INTERMEZZO INI, KITA MENDING LANGSUNG MULAI KE PEMBAHASAN DULU. SEBENARNYA SIH YANG PENTING DIBAWAHNYA BUKAN YANG DIATAS.

PENDAHULUAN (dikutip dari http://www.scribd.com/mobile/documents/32319031, maaf copy paste. Bahannya agak susah didapat)

KONSEP DASAR

Kenakalan anak atau remaja yang pada zaman yang semakin modern ini
semakin mencemaskan dan menjurus pada timbulnya kejahatan, yang sangat
dikhawatirkan pada masa depan bangsa dan Negara Indonesia kelak. Hal ini
tentunya menjadi suatu permasalahan pokok, karena anak atau remaja merupakan
buah yang akan dipetik keberadaannya demi kelangsungan kehidupan berbangsa
dan bernegara dimasa depan nanti. kenakalan anak atau remaja yang dilakukan
dapat berupa kenakalan yang berkelompok. Hal ini dapat diketahui dengan
banyaknya jumlah pelaku kejahatan yang dilakukan oleh anak atau remaja yang
terjadi di dalam masyarakat. Berikut adalah contoh yang dapat penulis kemukakan
10 dari bentuk kenakalan anak atau remaja yang berpotensi menimbulkan kejahatan
dan dilakukan dengan berkelompok adalah :
1. Perkelahian atau tawuran pelajar yang dilakukan oleh siswa Sekolah
Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas.
2. Perampokan di sarana angkutan umum dan bahkan tempat-tempat
umum.
3. Kejahatan yang dilakukan dengan menyebabkan korbannya menderita
luka baik itu secara fisik ataupun non-fisik hingga kejahatan yang
menyebabkan korban jiwa.
”Bukan hanya pencopet dan penodong yang berkeliaran di angkutan, pembajak
juga yang beraksi dengan beringas. Parahnya lagi yang membajak itu adalah para
pelajar yang baru berusia belasan tahun. Kok bisa tunas-tunas bangsa berwatak
penjahat dalam batas usia sedini itu? ”.
Kejahatan yang dilakukan secara berkelompok ini, pada kenyataannya
lebih memprihatinkan ketimbang kejahatan yang dilakukan oleh anak atau remaja
secara individu. Hal ini dapat disebabkan karena dengan cara berkelompok
mereka lebih berani dalam melakukan kejahatan, dan dengan melakukan secara
berkelompok mereka merasa lebih jantan, merasa disegani satu sama lainnya dan
juga terdapat suatu perasaan kebersamaan. Kejahatan yang dilakukan secara
berkelompok ini, lebih banyak mendapatkan perhatian masyarakat bila
dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan perseorangan oleh anak atau
remaja.
Kecenderungan berperilaku agresif berarti tingkah laku dalam tataran kawasan
afektif. Afektif merupakan aspek tingkah laku yang mencakup perasaan dan
emosi serta menggambarkan sesuatu di luar ruang lingkup kesadaran,
misalnya: minat, motivasi, nilai, keyakinan, aspirasi, konsep diri, dan
sebagainya. Status afeksi seseorang terdiri dari tiga komponen yaitu emosi,
kognisi dan tingkah laku. Apabila dianalisis afeksi seseorang terhadap sesuatu,
maka komponen emosi yang dominan sebagai perasaan subyektif yang
dipunyai orang tersebut terhadap suatu obyek.
Dalam wujudnya kenakalan anak atau remaja tersebut membawa dampak
psikologis di dalam masyarakat. Sama halnya kejahatan yang dilakukan oleh
orang dewasa, kejahatan yang dilakukan oleh anak atau remaja ini, sudah barang
tentu memiliki jenis-jenis kejahatan.
Jensen membagi kenakalan anak / remaja menjadi 4 jenis, yaitu :
1. Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain; perkelahian,
perkosaan, perampokan, pembunuhan dll.
2. Kenakalan yang menimbulkan korban materi ; perusakan, pencurian,
pencopetan, pemerasan dll.
3. Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain ;
pelacuran, penyalahgunaan obat. Di Indonesia mungkin dapat juga
dimasukan hubungan seks sebelum menikah dalam jenis ini.
4. Kenakalan yang melakukan status, misalnya mengingkari status anak
sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status orang tua
dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah mereka dan
sebagainya. Pada usia mereka, perilaku-perilaku mereka memang belum
melanggar hukum dalam arti yang sesungguhnya, karena yang dilanggar
adalah status-status dalam lingkungan primer ( keluarga ) dan sekunder (
sekolah ) yang memang tidak diatur oleh hukum secara terinci. Akan
tetapi kalau kelak remaja ini dewasa, pelanggaran status ini dapat
dilakukannya terhadap atasannya di kantor / petugas hukum di dalam
masyarakat. Karena itu pelanggaran ini oleh Jensen digolongkan juga
sebagai kenakalan dan bukan sekedar perilaku menyimpang.
Kenakalan anak / remaja juga dapat digolongkan dalam dua kelompok
yang besar kaitannya dengan norma hukum, yakni :
1. Kenakalan yang bersifat a-moral dan a-sosial serta tidak diatur dalam
undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai
pelanggar hukum.
2. Kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai
dengan undang-undang dan hukum yang berlaku. Hal ini sama dengan
perbuatan melanggar hukum bilamana perbuatan itu dilakukan oleh orang
dewasa5.
Kenakalan anak atau remaja yang menurut istilah hukum sebagai “
Juvenile Delinquency “, terlalu sering dilakukan oleh anak atau remaja terhadap
lingkungannya. Hal ini dapat disebabakan karena anak atau remaja tersebut
sedang dalam proses mencari jati diri untuk menjadi manusia dewasa. Dilain sisi,
kenakalan tersebut adalah sebuah bentuk kebebasan yang tidak terkontrol oleh
orang tua, masyarakat dan Negara, sehingga kenakalan tersebut cenderung
kebabalasan dan menimbulkan suatu kejahatan yang melawan hukum.
Sebagai dampak lain dari pesatnya kemajuan pembangunan diwilayah
perkotaan. Gairah anak atau remaja didalam bersosialisasi dan berkehidupan
tentunya mengalami trend pola pikir dan gaya hidup yang cenderung bebas.
Adanya kesenjangan kehidupan antara satu dengan lainnya, menjadikan satu
alasan lain mengapa dapat timbul kejahatan anak atau remaja. Tingkat pergaulan
dengan sesama dapat menentukan kehidupan anak atau remaja tersebut. ”Dengan
kata lain, ada kesenjangan ekonomi, sosial dan budaya yang terpapar setiap hari.
Kesenjamgan sosial yang tajam dan empirik telah menimbukan perasaan cemburu
bagi yang tidak mampu dan pada gilirannya dapat pula menimbulkan perilaku
penyimpangan sosial dengan berbagai akibatnya”.
Persoalan rezeki, ekonomi dan kebutuhan material adakalanya menyebabkan
keterjatuhan anak-anak dan remaja ke dalam jurang kebejatan moral atau
tindak kriminal. Seorang sahabat bagi seseorang ibarat sebuah mobil yang
membawa teman-temannya; ketika mobil itu jatuh ke jurang, maka seluruh
penumpang yang berada di dalamnya niscaya akan ikut terjatuh. Bila seorang
sahabat berada dalam kesesatan, secara otomatis kesesatan itu akan menular
kepada orang-orang yang bersamanya.
Bagi seorang anak atau remaja, pendidikan sangatlah diperlukan untuk
bekal dan kehidupannya agar jangan sampai terjerumus kedalam hal-hal yang
dapat menyebabkan kenakalan sehingga dapat menimbulkan suatu tindak
kejahatan. Tidaklah mudah memberikan pendidikan kepada anak atau remaja,
karena antara yang satu dengan yang lainnya terdapat perbedaan karakter, sikap
dan tindakan. Perbedaan diantara anak atau remaja inilah yang dapat menjadi
penghambat tumbuhnya anak atau remaja yang baik budi pekertinya. Selain itu
diperlukan juga adanya kemantapan dalam mendidik anak atau remaja, agar dapat
berkembang dengan baik dan menjalin kontak pengertian antara pendidik dengan
anak atau remaja tersebut.
Adapun sebab-sebab timbulnya kesulitan-kesulitan tersebut di atas
masing- masing ialah :
1. Kemalasan dan kesewenang-wenangan sang oknum pengajar itu sendiri
belaka serta tidak adanya rasa tanggung jawab yang bersangkutan atas
pelaksanaan tugasnya.
2. Kurangnya kemantapan atau konsistensi kerja dan berpikirnya pengajar
yang bersangkutan sehingga ia mudah terpengaruh oleh berbagai saran
orang lain yang dengan bulat-bulat dikabulkannya saja tanpa disaring dan
dipertimbangkan dahulu baik-buruknya serta untung-ruginya menuruti
saran tersebut.
Di samping itu ia pun mungkin juga begitu mudah terpengaruh oleh
berbagai kebijaksanaan dan metode mengajar dari guru-guru lainnya
sehingga ia hanya mencontoh-contoh saja dari metode yang satu ke
metode yang lain tanpa dipikirnya lagi akibat dari caranya mengajar itu
bagi para muridnya. Sebab lain yang dapat menjadi gejala penimbul
kesulitan ini ialah adanya sifat pembosan pada diri pengajar yang
bersangkutan.
3. Tidak adanya bakat/hobi mendidik pada orang tua atau wali anak yang
bersangkutan.
Hal ini dapat kita mengerti bila seandainya orang tua atau wali tersebut
bukanlah seorang guru sehingga mereka tidak memiliki pandangan dan
pengalaman yang cukup tentang liku-liku pendidikan serta tanggapan
kejiwaan anak mereka sendiri terhadap pendidikan yang telah
diperolehnya itu.
4. Kurang mempunyai atau kurang maunya sang ayah atau sang ibu itu untuk
membagi dan menyediakan waktu bagi pendidikan anaknya, berhubung
sudah adanya orang lain yang diandalkan sebagai penanggung jawab
penuh untuk hal ini (misalkan istrinya atau suaminya atau orang lain lagi
yang sudah dipercaya dan sebagainya).
5. Memang terlampau sulitnya atau terlampau beratnya mata pelajaran yang
dihadapi sehingga baik bagi pihak guru maupun murid kesulitan tersebut
tetap terasa meskipun kedua belah pihak telah sama-sama berusaha keras
untuk mengatasinya. Untuk menanggulangi kenakalan anak atau remaja yang sudah menjurus
pada perilaku yang bertentangan dengan perbuatan pidana, secara teori diajukan
beberapa konsep tindakan, yaitu tindakan Preventif, Represif dan Kuratif.

Pengertian Kenakalan Anak / Remaja

1.   Pengertian Anak / Remaja.

Masa remaja apabila diperhatikan perkembangan manusianya sejak masih berada dalam kandungan sampai
dengan masa  kelahiran terlihat bahwa setiap orang akan mengalami perubahan. Bila dilihat dari
perubahan fisik, biasanya perubahan  tersebut  hampir  sama  antara  satu  dengan  lainnya. 
Seolah-olah  ada batas-batas perubahan yang sama antara satu dengan yang lainnya, selama proses
perkembangan berjalan. Tetapi ketika manusia memasuki masa remaja, perkembangan antara pria dengan
wanita terlihat perbedaan karena kodratnya. Hal ini  disebabkan  mulai  bekerjanya  kelenjar 
kelamin  pada  setiap  remaja.  Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena
sifat-sifat khas dan perannya yang menentukan dalam kehidupan dan lingkungan orang dewasa.
Masalah mengenai kenakalan anak atau remaja merupakan masalah yang selalu menarik, hal ini
disebabkan karena kenakalan anak atau remaja akan selalu terjadi pada setiap generasi bangsa.
Apabila berbicara tentang anak atau remaja, seringkali timbul pertanyaan, umur berapakah seseorang
tersebut dikatakan remaja?.
Sebenarnya batasan umur seorang remaja tidak dapat ditentukan begitu saja. Karena di samping belum
ada kesepakatan pendapat diantara para ahli mengenai klasifikasi umur, juga disebabkan karena
masalah tersebut bergantung pada keadaan masyarakat di mana remaja tersebut hidup dan bergantung dari sudut mana pengertian itu
ditinjau. Dalam pengertian yang dikemukakan oleh pakar psikologi (Dr. Kartini Kartono), remaja adalah suatu
tingkatan umur, dimana seorang anak tidak lagi bersikap seperti anak-anak, tetapi belum dapat juga
dipandang sebagai orang dewasa. Jadi seorang anak atau remaja adalah batasan umur yang menjembatani
antara umur anak-anak dengan dewasa.
Pada masa remaja ini adalah merupakan masa-masa yang rawan bagi suatu generasi. Karena pada masa
ini remaja ditempatkan disuatu pilihan menuju tahap kedewasaan  antara  mempertahankan  potensi 
keremajaannya  dengan  hal-hal negatif yang dapat membuat remaja tersebut terperosok ke dalam
kenakalan. Oleh dari itu masalah kenakalan anak atau remaja ini bukanlah merupakan masalah yang
baru pada tiap-tiap kehidupan generasi bangsa, serta dapat dipastikan bahwa pada masa-masa ini akan
timbul suatu bentuk kenakalan antara satu dengan yang lainnya yang berbeda-beda ukuran
kenakalannya. Hanya saja bentuk kenakalan tersebut tidaklah sama antara generasi satu dengan
seterusnya, ada kemungkinan kenakalan anak atau remaja tersebut semakin melampaui batas-batas
kewajaran nakal.
Ada batasan-batasan mengenai kapan seseorang anak itu dianggap dewasa:

1.   Batas usia anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah dua puluh satu tahun, sepanjang
anak tersebut tidak bercacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan.
2.   Belum  dewasa  adalah  mereka  yang  belum  mencapai  umur  genap  dua puluh satu tahun, dan
tidak lebih dahulu menikah. Apabila perkawinan dibubarkan  sebelum  umur  mereka  genap  dua  puluh  satu  tahun,  maka mereka tidak kembali lagi
dalam kedudukan belum dewasa.
3.   Belum cukup umur (minderjarig) karena melakukan perbuatan sebelum umur enam belas tahun.
4.  Menurut Hukum Adat  “anak-anak dibawah umur” adalah mereka yang belum menunjukkan tanda-tanda
fisis yang konkrit, bahwa ia telah dewasa.

Sehubungan dengan hal tersebut Zakiah Darajat mengemukakan :

Remaja adalah usia transisi seorang individu yang telah meninggalkan usia kanak-kanak,  yang  lemah
dan  penuh  ketergantungan  akan  tetapi  belum mampu ke usia dewasa yang kuat dan penuh tanggung
jawab baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat. Banyaknya masa transisi ini bergantung kepada
keadaan dan tingkat sosial masyarakat dimana ia hidup. Selain itu harus mempersiapkan diri untuk
mampu menyesuaikan dengan masyarakat yang banyak syarat dan tuntutannya. Namun demikian secara
sederhana dan umum menurut masyarakat maju, masa remaja itu lebih kurang antara 13 tahun dan 21
tahun.14

Setelah ditelusuri dan dilihat dari peraturan perundang-undangan, maka seseorang  itu  dapat 
diklasifikasikan  sebagai  seorang  remaja  apabila  belum berumur 21 tahun atau terlebih dahulu
menikah sebelumnya.
Dari  keterangan  yang  dikemukakan  di  atas  terlihat  adanya keanekaragaman pendapat mengenai
batasan umur remaja. Karena selama masa remaja akan timbul masalah-masalah yang menentukan
bagaimana anak atau remaja itu bersikap dan menghadapi.
2.   Pengertian Kenakalan Anak / Remaja.

Kenakalan anak / remaja yang menurut istilah hukum “juvenile delinquency”   bukanlah suatu
pengertian yang sederhana karena pengertian ini mencakup semua orang yang masih muda usianya. Kenakalan anak atau remaja berarti hal-hal yang
berbeda bagi individu-individu yang berbeda dan ini berarti hal-hal yang berbeda bagi
kelompok-kelompok yang berbeda.
Dalam hal ini hampir segala bentuk perbuatan   anak atau remaja yang nyata bersifat melawan hukum
dan anti sosial tidak disukai oleh masyarakat atau bahkan pula dapat merugikan orang lain dapat
disebut sebagai kenakalan anak / remaja. Karena perbuatan-perbuatan anak atau remaja tersebut
menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.
Kenakalan berasal dari kata nakal. Kata nakal mempunyai dua arti yaitu :

a.   Suka   berbuat   kurang   baik   (tidak   menurut,   menggangu,   jahil   dan sebagainya,
terutama bagi anak-anak).
b.   Buruk kelakuan (lacur dan sebagainya)

Kenakalan anak-anak terbagi dalam dua jenis ; kenakalan yang dilakukan secara sadar dan sengaja,
serta kenakalan secara tidak sadar dan tanpa sengaja.
1. Dalam melakukan kenakalan secara sadar dan sengaja, pada dasarnya seorang anak memahami betul
perbuatan buruk yang dilakukannya. Ia tahu bahwa dirinya tengah melakukan perbuatan tercela dan
sadar terhadap apa yang diperbuatnya. Namun ia sengaja melakukan kenakalan itu demi memaksa orang
tuanya untuk memenuhi keinginannya.
2.  Adapun kenakalan secara tidak sadar dan tanpa sengaja terjadi di mana seorang anak melakukan
perbuatan buruk tanpa memahami keburukan perbuatannya itu. barangkali ia menyangka apa yang
dilakukannya demi mencapai keinginannya itu sebagai perbuatan baik. Kenakalan anak secara tidak
sadar dan tanpa sengaja akan menyebabkan seorang anak memiliki sikap emosional, bahkan adakalanya
sampai memicu terjadinya kelainan jiwa. Di  Indonesia  masalah  kenakalan  anak  atau  remaja  ini  dirasa  telah mencapai tingkat yang
meresahkan masyarakat. Kondisi sosial ini memberi dorongan yang kuat kepada pihak-pihak yang
bertanggung jawab mengenai masalah  ini,  baik  kelompok  edukatif  di  lingkungan  sekolah  dan  
instansi pendidikan lainnya serta kelompok pakar hukum di bidang penyuluhan dan penegakan hukum,
pimpinan atau tokoh-tokoh masyarakat di bidang pembinaan kehidupan bermasyarakat dan pemerintah
sebagai pembentuk kebijakan-kebijakan umum dalam membina, mencipta dan memelihara keamanan dan
ketertiban di dalam lingkungan berbangsa dan bernegara. Faktor lainnya yang tidak boleh
dikesampingkan adalah peranan masyarakat dan keluarga di dalam menunjang hal ini.
Permasalahan mengenai pertanggung jawaban akibat kenakalan yang berpotensi menimbulkan kejahatan
bagi anak di bawah umur secara langsung disinggung dalam pasal 45, 46 dan 47 Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana (KUHP).
Perbuatan Juvenile Delinquency menurut sudut pandang ilmu hukum, teristimewa   hukum   pidana  
terdapat   beberapa   perbuatan   yang   nyata-nyata melawan hukum. Di tengah-tengah kehidupan
bermasyarakat, banyak bukti yang menunjukkan bahwa sering kali terjadi perbuatan melawan hukum
dilakukan oleh anak atau remaja. Di samping itu anak atau remaja yang melakukan perbuatan melawan
hukum sering kali melakukan delik kekerasan yang pada akhirnya kenakalan   anak   atau   remaja 
tersebut   seringkali   menjurus   pada  timbulnya kejahatan yang berakibat pada kejahatan terhadap
nyawa dan jasmani seseorang.

Tidak kalah seringnya kenakalan yang dilakukan oleh anak atau remaja tersebut meliputi kejahatan
pemerasan, delik-delik ini sering dilakukan di tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi orang.
Paradigma  kenakalan  anak  atau  remaja  yang  mengakibatkan  kejahatan lebih luas cakupannya.
Kenakalan anak atau remaja tersebut saat ini meliputi perbuatan-perbuatan yang sangat meresahkan di
lingkungan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Sebagai contoh dari kenakalan ini antara lain :
mencorat-coret tembok, pencurian dengan kekerasan, perkelahian antar pelajar, mengganggu wanita di
jalan sehingga menimbulkan pemerkosaan atau pencabulan, sikap anak atau remaja yang memusuhi orang
tuanya atau perbuatan-perbuatan lainnya yang tercela dan memprihatinkan bangsa dan Negara berupa
menggunakan narkotika, pornografi dan kejahatan dunia maya (Cyber Crime).

 

B.  Jenis-jenis Kenakalan Anak / remaja.

Kenakalan dalam diri seorang anak atau remaja merupakan perkara yang lazim terjadi. Tidak seorang
pun yang tidak melewati tahap / fase negatif ini atau sama sekali tidak melakukan perbuatan
kenakalan. Masalah ini tidak hanya menimpa beberapa golongan anak atau remaja di suatu daerah
tertentu saja. Dengan kata lain, keadaan ini terjadi di setiap tempat, lapisan dan kawasan
masyarakat. Perbuatan anak atau remaja yang menimbulkan kenakalan dan bahkan menyebabkan terjadinya kejahatan
dapat dilihat melalui beberapa gejala tertentu. Antara  lain,  adanya  ketidak  laziman  yang 
berkenaan  dengan  pola  makan, bersenang-senang atau menjalankan tugas dan program pelajaran di sekolah atau instansi pendidikan
lainnya. Bentuk kenakalan anak atau remaja terbagi mengikuti tiga kriteria, yaitu : “kebetulan,
kadang-kadang, dan habitual sebagai kebiasaan, yang menampilkan tingkat penyesuaian dengan titik
patahan yang tinggi, medium dan rendah. Klasifikasi ilmiah lainnya menggunakan penggolongan
tripartite, yaitu : historis, instinktual, dan mental. Semua itu dapat saling berkombinasi.
Misalnya berkenaan dengan sebab-musabab terjadinya kejahatan instinktual, bisa dilihat dari aspek
keserakahan, agresivitas, seksualitas, kepecahan keluarga dan anomali-anomali
dalam  dorongan  berkelompok”.    Klasifikasi  ini  dilengkapi  dengan  kondisi  mental,  dan hasilnya menampilkan suatu bentuk anak atau remaja yang agresif, serakah, pendek  pikir, sangat emosional dan tidak mampu mengenal nilai-nilai etis serta kecenderungan untuk
menjatuhkan dirinya ke dalam perbuatan yang merugikan dan berbahaya.
Adapun macam dan bentuk-bentuk kejahatan yang dilakukan oleh anak atau remaja dibedakan menjadi
beberapa macam yaitu :

1.   Kenakalan biasa.

2.   Kenakalan yang menjurus pada tindak kriminal.

3.   Kenakalan khusus.

Ad. 1. Kenakalan biasa.

Adalah  suatu  bentuk  kenakalan  anak  atau  remaja  yang  dapat berupa berbohong, pergi keluar
rumah tanpa pamit pada orang tuanya, keluyuran, berkelahi dengan teman, membuang sampah
sembarangan, membolos dari sekolah dan lain sebagainya.
Ad. 2. Kenakalan yang menjurus pada tindakan Kriminal.

Adalah suatu bentuk kenakalan anak atau remaja yang merupakan perbuatan pidana, berupa kejahatan
yang meliputi : mencuri, mencopet, menodong, menggugurkan kandungan, memperkosa, membunuh, berjudi,
menonton dan mengedarkan film porno, dan lain sebagainya.
Ad. 3. Kenakalan Khusus.

Adalah kenakalan anak atau remaja yang diatur dalam Undang- Undang Pidana khusus, seperti kejahatan
narkotika, psikotropika, pencucian uang (Money Laundering), kejahatan di internet (Cyber Crime),
kejahatan terhadap HAM dan sebagainya.

 

C.   Faktor-faktor  Yang   Mempengaruhi   Timbulnya   Kenakalan   Anak   / Remaja.
Kenakalan anak atau remaja tidak timbul dan ada begitu saja dalam setiap kehidupan, karena
kenakalan-kenakalan tersebut mempunyai penyebab yang merupakan  faktor  terjadinya  kejahatan  anak
atau  remaja.    Untuk  mengetahui sebab musabab timbulnya kenakalan anak / remaja harus
diperhatikan faktor-faktor dari dalam diri anak / remaja tersebut, faktor keluarga, lingkungan dan hal- hal lainnya
yang dapat mempengaruhi seseorang anak itu melakukan kenakalan.
Kenakalan anak / remaja yang sering terjadi di dalam masyarakat bukanlah suatu  keadaan  yang 
berdiri  sendiri.  Kenakalan  anak  /  remaja  tersebut  timbul karena adanya beberapa sebab dan
tiap-tiap sebab dapat ditanggulangi dengan cara-cara tertentu.  Pada pendahuluan skripsi ini telah
disinggung beberapa faktor- faktor yang menjadi penyebab timbulnya kenakalan tersebut, antara lain :

1.   Kondisi pertumbuhan.
Adakalanya kenakalan seorang anak / remaja terjadi pada tahap-tahap pertumbuhannya. Sebagaimana
yang sering kita saksikan, pada tahapan- tahapan  tertentu,  sang  anak  mulai  menunjukkan 
kemandiriaannya  dan tidak bersedia terikat dengan aturan apapun. Ia berusaha menundukkan orang
lain dan menolak mengikuti setiap perintah. Dalam mencapai kemandiriannya,  sang  anak  melakukan 
kenakalan  dan  berulah  tertentu demi melancarkan protes (dengan kata-kata) atau kritikan. Dengan
cara seperti inilah, ia ingin menunjukkan  kepribadiannya. Kenakalan seperti ini harus  segera 
diperbaiki.  Dan  sang  anak  harus  segera  dikembalikan  ke dalam kondisinya yang normal dan
alamiah.

2.   Kerusakan syaraf.
Sebagian anak-anak, dikarenakan kerusakan syarafnya, selalu mempersulit keadaan, bersikap sensitif,
dan senang mencari-cari alasan. Ia memiliki banyak keinginan dan ingin segera mewujudkannya tanpa
melalui pertimbangan  yang  matang.  Ketika  keinginannya  dihambat,  ia  akan berulah  dan 
berbuat  nakal.  Kerusakan  syaraf  ini  besar  kemungkinan berasal dari faktor genetik atau
kondisi lingkungan yang kurang baik. Atau terkadang bersumber dari sejumlah penyakit lainnya.

3.   Tidak memperhatikan kebutuhan anak.
Adakalanya kenakalan seorang anak timbul lantaran faktor orang tua, khususnya ibu, yang tidak
memperhatikan segenap kebutuhannya. Misalnya, sang anak meminta makan kepada ibunya, dan ibunya itu
kemudian berkata, “bersabarlah!” mendengar jawaban itu, sang anak akan mulai menangis dan
merengek-rengek menuntut pemenuhan keinginannya. Atau  seorang  anak  yang  suka  makan  (banyak), 
kemudian  meminta makanan dari kedua orang tuanya. Memang, orang tuanya itu tidak menghalangi atau
mencegah keinginannya. Namun pemberian mereka itu masih dianggap kurang oleh sang anak. Atau
seorang anak menghendaki sesuatu dari toko, dan kedua orang tuanya tidak memenuhi keinginannya atau menolaknya dengan cara-cara yang kasar. Disebabkan inilah, sang anak kemudian berbuat nakal dan bersikeras untuk meraih keinginannya.

4.   Pendidikan buruk.
Dalam hal ini bisa dianggap pendidikan yang salah kaprah, berhubungan dengan cara pendidikan anak
yang keliru, yang kemudian menimbulkan pelbagai dampak (buruk).
Adakalanya seorang ibu terlampau berlebihan dalam mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada
anak-anaknya. Ini menjadikan sang anak bersikap manja dan tergantung kepadanya. Ketika sang anak
menangis,  ibunya  berusaha  menghentikan  tangisnya  dengan  cara memenuhi keinginannya. Itu
dilakukan agar sang anak menjadi terdiam dan tidak menangis lagi. Namun, pada masa-masa berikutnya,
semua itu akan menjadi kebiasaan (buruk) bagi sang anak. Sikap inilah yang memicu sang anak untuk
menangis, berbuat nakal, dan menentang perintah.

5.   Faktor perasaan.
Seorang anak pada umumnya haus akan kasih sayang orang tuanya serta merindukan seseorang yang mau
mencurahkan perhatian kepadanya. Namun, sewaktu merasa kasih sayang yang diberikan orang tua
kepadanya masih  kurang,  sang  anak  akan  berusaha  dengan  berbagai  macam  cara untuk menarik
perhatian dan kasih sayang orang tuanya itu. umpama, berpura-pura terjatuh ke tanah dan menangis
sedih. Ia tak akan berhenti melakukannya sampai    dirinya memperoleh kasih sayang yang
diharapkannya.
Apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, sementara kedua orang tuanya tidak kunjung
memperhatikan kebutuhannya, niscaya ia akan melakukan kenakalan. Lebih dari itu, kondisi kejiwaan
sang anak akan berada dalam bahaya dan akan dihinggapi sifat dengki atau merasa terasing di tengah-
tengah keluarganya sendiri. Untuk melawan kondisi semacam ini, sang anak akan selalu berbuat nakal
sampai ibunya mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepadanya.

 

6.   Penyakit kejiwaan.
Sebagian penyakit kejiwaan direfleksikan dalam bentuk kenakalan, mencari-cari alasan, dan
berprasangka buruk. Barangkali, masih terlalu dini bagi kita untuk membahas soal penyakit kejiwaan
anak-anak. Namun kita tidak boleh lupa bahwa sebagian anak-anak telah terjangkiti sindrom
skizofrenia.
Di antara ciri dari sindrom  atau penyakit ini adalah sikap mengasingkan diri secara ekstrem,
hanyut dalam kesedihan dan kegundahan hati, serta membatasi dunia kehidupannya sendiri. Dalam
beberapa keadaan, penderitanya seringkali menangis tanpa sebab. Dan sewaktu anda bertanya kepadanya
tentang penyebab tangisnya, ia akan segera tutup mulut dan tidak berbicara sepatah kata pun kepada
anda. Ia akan selalu berusaha menumpahkan  air  matanya.  Kadangkala,  baginya  sebuah  perkara  kecil bisa menjadi besar dan
menyebabkan tangisannya.

7.   Faktor kesehatan.
Dalam beberapa keadaan, kenakalan seorang anak timbul lantaran faktor kesehatan. Misalnya,
tiba-tiba anda melihat anak anda berteriak lantaran hal sepele, kemudian menangis dan membuat
kegaduhan. Tanpa meneliti penyebabnya, anda langsung marah atau jengkel dan bahkan memukulnya.
Namun selang beberapa saat, barulah anda mengerti ternyata anak anda itu tengah menderita sakit
gigi atau telinganya berdarah. Sementara ia belum sempat menjelaskan keadaannya itu kepada anda.
Penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan dan kenakalan anak saling terkait satu sama lain.

8.   Faktor kejiwaan.
Faktor kejiwaan tidak identik dengan penyakit kejiwaan. Namun lebih dimaksudkan  dengan  keinginan 
terhadap  sesuatu  yang bersumber pada sifat dasar manusia, seorang anak menghendaki kebebasan dan
kemandirian, tercapainya tujuan tertentu, serta bergaya hidup tersendiri. Namun, sewaktu merasa
kedua orang tuanya menghalangi keinginannya, ia  lantas  memikirkan  cara  untuk  menyingkirkan 
penghalang  tersebut. Kalau merasa tak sanggup menghancurkan penghalang dengan kata-kata atau
logika, maka sang anak akan menempuh cara lain demi meraih tujuannya itu. dan demi kesuksesannya,
ia tak akan sungkan-sungkan menggunakan cara-cara yang menyimpang.

9.   Faktor peraturan.
Dalam beberapa keadaan, penyebab kenakalan dan kekeraskepalaan anak- anak berasal dari peraturan
yang diberlakukan orang tua yang mempersulit keadaannya. Ya, pemaksaan kehendak hanya akan
mendorong sang anak berani menentang atau melawan perintah orang tua.
Mencampuri  urusan  anak  dan  membatasi  kebebasannya  juga  dapat memicu kenakalan anak,
khususnya bagi yang masih berusia 2,5 hingga tiga tahun. Memaksakan anak untuk makan atau tidur
serta mengenakan pakaian tertentu, terlebih dengan menyertakan ancaman tertentu, merupakan faktor
lain yang mendorong anak berbuat nakal.

10. Faktor ajaran buruk.
Dari satu sisi, masalah kenakalan anak merupakan problem akhlak. Sementara pada sisi yang lain
merupakan problem perasaan. Apabila kita mampu mengarahkan kenakalan sang anak sejak masih kecil,
niscaya ia akan tumbuh dewasa dengan wajar dan normal. Kenakalan merupakan perilaku yang dapat
menular. Karena itu, kenakalan atau perilaku buruk anggota keluarga, terutama kedua orang tua,
sangat berpengaruh dalam memicu kenakalan anak. Kedua orang tua merupakan contoh (teladan) bagi 
anak-anaknya.  Setiap  anak  akan  meniru  gerak-gerik  dan  perilaku orang   tua atau anggota 
keluarga   lainnya.   Kadangkala,   sang  anak mempelajari kenakalan atau ulah tertentu dari teman-teman pergaulannya.Timbulnya kenakalan anak / remaja yang terjadi dalam kehidupan sehari- hari dapat penulis analisa
karena beberapa faktor yang telah dijelaskan diatas, yaitu : Tidak memperhatikan kebutuhan anak,
sehingga anak / remaja tersebut cenderung melakukan hal-hal yang melanggar peraturan, dilain sisi
anak tersebut membutuhkan perhatian dari orang tua dan lingkungannya. Faktor pendidikan buruk dan
Faktor ajaran buruk, yang mempengaruhi anak / remaja tersebut terjerumus dalam ajaran yang sesat,
menyalahi peraturan dan bertindak diluar batas-batas kewajaran. Faktor perasaan dan Faktor
kejiwaan, yang dalam hal ini setiap perbuatan nakal anak /  remaja tersebut berawal dari kondisi
psikologis mereka yang ditimbulkan dari rasa penasaran terhadap sesuatu tetapi mendapatkan hambatan
dari pihak lain. Dan faktor peraturan, yang membuat gerak-gerik perbuatan sang anak dipersulit.
Dalam hal ini keputusan orang tua yang terlalu mengekang setiap perbuatan anak / remaja tersebut.  
Memang benar bahwa individu ataupun kelompok mempunyai kebebasan untuk memilih akan mematuhi atau
tidak suatu sistem atau struktur kehidupan tertentu, tetapi pada hakikatnya karena situasi dan
kondisi menyebabkan individu atau kelompok tersebut lebih bersedia mengikatkan diri demi
kepentingannya, meskipun tindakannya itu bertentangan dengan nurani dan keyakinannya.
Selain faktor-faktor diatas, masih banyak lagi faktor lainnya ; seperti tidak memperhatikan
perasaan seorang anak lantaran banyaknya anak dalam keluarga, kesibukan orang tua, kekacauan dalam
lingkungan keluarga sehingga menjadikan sang anak tidak merasa aman tinggal di rumah, tidak adanya kemampuan orang tua  dalam 
menyelesaikan  urusan  anak-anak,  ketidaksanggupan  menanggung beban derita, perasaan sakit,
terjadinya musibah, terjangkitnya berbagai penyakit fisik yang mengganggu pikiran sang anak, dan
lain sebagainnya.
Keluarga sebagai penyebab timbulnya kenakalan anak atau remaja merupakan salah satu faktor yang
berperan besar. Hal ini disebabkan karena keluarga  merupakan  lingkungan  yang  terdekat  untuk 
membesarkan, mendewasakan dan di dalamnya anak mendapatkan pendidikan yang pertama kali. Keluarga
merupakan kelompok masyarakat terkecil, akan tetapi merupakan lingkungan paling kuat dalam
membesarkan anak dan terutama bagi anak yang belum sekolah. Oleh karena itu  keluarga memiliki
peranan yang penting dalam perkembangan anak, keluarga yang baik akan berpengaruh positif bagi
perkembangan anak, sedangkan keluarga yang jelek atau buruk akan berpengaruh negatif. Oleh karena
sejak kecil anak atau remaja dibesarkan oleh keluarga dan untuk seterusnya. Sebagian besar waktu
pertumbuhan dan perkembangan kedewasaan anak atau remaja adalah di dalam keluarga, maka sudah
sepantasnya kalau kemungkinan timbulnya delinquency   itu sebagian besar berasal dari keluarga.
Lingkungan pendidikan juga tidak dapat lepas dalam berperan serta mencegah timbulnya   Juvenile
Delinquency. Pendidikan nasional di Negara Indonesia  yang  berdasarkan  pada  Pancasila, 
bertujuan  untuk  meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa
terhadap Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
Selain itu, lingkungan pendidikan nasional Indonesia juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam
rasa cinta pada tanah air, mempertebal  semangat  kebangsaan  dan  rasa  kesetiakawanan  sosial. 
Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar  dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya
diri sendiri serta sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif.
Proses pendidikan yang kurang baik dan menguntungkan bagi perkembangan jiwa anak atau remaja, kerap
menimbulkan pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap peserta didik. Hal ini timbul karena
dalam lingkungan sekolah terdiri dari berbagai macam karakter anak. Sesuai dengan keadaan seperti
ini sekolah-sekolah maupun instansi pendidikan dapat menjadi sumber terjadinya konflik-konflik
psikologis yang pada akhirnya menimbulkan kenakalan anak atau remaja (Juvenile Delinquency).
Di lain sisi ada beberapa faktor-faktor lain yang dapat memicu terjadinya kenakalan anak atau
remaja. Faktor pemicu tersebut terdiri dari faktor pemicu internal-kultural, yang berupa ketegangan
psikis si anak atau remaja, kelabilan emosi, kurangnya fondasi emosional dan sebagainya. Sedangkan
faktor yang lainnya adalah faktor pemicu eksternal-struktural, menyangkut masalah makro dan mikro
kehidupan. Antara lain permasalahan globalisasi informasi dan komunikasi, urbanisasi, transportasi,
kecemburuan sosial, kesenjangan pendidikan dan pekerjaan, pengangguran, perkembangan teknologi yang
tidak tersaring, konflik di wilayah pemukiman, penggunaan narkotika, psikotropika, minuman keras
dan sebagainya.

STUDI KASUS

Kali ini Madesu Khinzir akan membahas sebuah kasus kenakalan remaja dimana kenakalan ini masuk dalam poin ke empat dari jenis kenakalan remaja dan ini masuk dalam kenakalan remaja yang umum. Tapi ada beberapa hal yang lebih menjurus ke perbuatan kriminal. Sebelumnya marilah kita lihat objek dari kasus ini

objekan abad 21

Sebutlah saja yang kiri bernama Hanan, yang sebelahnya Sheilla, yang sebelahnya Ayu, yang sebelahnya Cassy, dan yang kanan adalah Fahira. Mereka kebetulan merupakan teman sepermainan yang sudah dekat sejak mereka kecil. Kalo tidak salah dengar mereka sudah bersahabat sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Orang tua mereka kebetulan memang kaya raya. Tapi memang mereka kurang mendapat perhatian dari orang tuanya. Awalnya saat masih SD sampai kelas 1 SMP mereka masih dalam kelompok anak baik-baik. Namun lambat laun karena mereka terlalu mengikuti arus globalisasi yang begitu parah maka pada akhirnya mereka ikut-ikutan juga. Cassy adalah ketua dari kelompok yang kebetulan bernama fünfundzwanzig yang berarti duapuluh lima. Sebenarnya yang ada di foto ini hanyalah leader utama dari kelompok tersebut. Sisanya ada yang pergii ke acara keluarga, ada yang kebetulan sakit, ataupun urusan-urusan lain yang saya kurang begitu ketahui. Tempat nongkrong mereka biasanya di daerah Tebet (terutama di Comic Café), Kawasan Mall di Senayan (PS, Sency, FX), dan satu lagi kalo tidak salah lagi di daerah Buaran dimana Cassy sering mengadakan rapat mingguan disana. Rata-rata leader dari mereka sudah tidak perawan lantaran sudah “dijebol” oleh pacarnya kecuali Fahira. Fahira kebetulan masih single. Dia memang tidak suka pacaran. Dan semua anak fünfundzwanzig adalah seorang smokers. Marlboro Lights atau Black Menthol, Dunhill Menthol atau Switch, Sampoerna Mild Menthol, Avolution merupakan rokok yang paling sering dikonsumsi. Mereka juga adalah seorang pemabuk alkohol berat. Hampir saja mobil Sheilla bakal mengalami kejadian seperti Afriyani yang menabrak 9 orang. Cuman saat itu dia sedang selamat saja. Saat itu memang fünfundzwanzig sedang pesta whisky yang kebetulan saat itu mereka minum Johnnie Walker Blue Label atau Gentleman Jack ya? (Maklum lupa). Nah yang bikin heboh sebenarnya kejadian yang akan admin ceritakan nanti. Kira-kira 3 jam setelah adegan foto diatas, pacar si Cassy, Fathir mengundang fünfundzwanzig ke rumahnya dalam rangka party ultah. Seperti biasa, adegan mabuk-mabukan, merokok, menghisap ganja/shabu, transaksi narkoba, hubungan seksual sering dilakukan. Namun mungkin karena teman dari mereka, Tony mabuk berat dan saat itu dia stress berat dan kebetulan di dekatnya ada pisau maka dia berhalusinasi untuk membunuh seseorang. Nah mungkin karena apes pacarnya Hanan, Aldy lah yang kena tusuk dari si Tony. Dia tidak tertolong dan dia akhirnya meninggal. Walaupun begitu tetap saja mereka tidak jera atas perbuatannya. Saya bingung kenapa, apalagi anda?