Monday, April 16, 2012

Jenis-Jenis Rokok Yang Umumnya Ada Di Pasaran dan Penjelasannya

Selamat malam semua. Kali ini admin agaknya membuat postingan yang dimana barang tersebut dalam satu sisi bersifat mendekatkan, memberi santai, membuat orang berlaku adil dan semua hal yang berhubungan dengan pertemanan dan hidup dan di satu sisi merusak tubuh baik yang perokok aktif maupun pasif dan banyak orang yang menentang tentang barang ini. Ya, benda ini namanya Rokok. Rokok merupakan salah satu barang konsumsi yang paling gampang ditemui di lingkungan kita sehari-hari setelah air putih, makanan dan minuman. Baik itu mungkin di rumah, di jalanan, di angkutan umum, di kereta ekonomi, di cafe, di warteg, di ruang rapat dan sebagainya pasti ada yang merokok. Kebiasaan ini (merokok) di Dunia sebenarnya dimulai semenjak zaman suku bangsa indian dimana hal itu (merokok tembakau) dilakukan untuk bahan pemujaan kepada roh atau dewa mereka (sama seperti kaum Rastafari yang saat ini terkenal menggunakan ganja sebagai rokok atau dihisap uapnya layaknya shisha sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Jah dan melepas masalah yang mereka miliki). Lama kelamaan, di abad ke 16, para bangsa Eropa yang terkenal suka mengeksplorasi hal baru ketika mereka sudah sampai ke Amerika, mereka kemudian mencoba hal tersebut (merokok tembakau). Dan hasilnya tembakau kemudian dikirim ke Eropa dan dijadikan rokok. Di Eropa, rokok hanya digunakan sebagai media kesenangan belaka. Dan di negara Islam, pedagang Spanyol membawa hal tersebut melalui Turki mulai memperkenalkan rokok di abad ke 17.

Di Indonesia, kebiasaan merokok menurut  beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok klobot (rokok kretek dengan bungkus daun jagung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya. Tetapi, ada beberapa pendapat bahwa rokok sebenarnya dibawa oleh Belanda ketika mereka datang ke Indonesia. Karena orang pribumi kita dahulu selalu meniru perilaku yang dianggap baru pada zaman itu maka akhirnya banyaklah orang pribumi yang merokok. Penanaman tembakau di negeri ini juga ikut andil dalam munculnya perokok di Indonesia.

Bicara soal rokok kretek (rokok yang hampir semua orang menikmatinya, baik dalam bentuk filter, mild/slims  ataupun unfiltered) sebenarnya hal ini merupakan kelanjutan dari percobaan sederhana yang dikembangkan sedemikian rupa. (Artikel tentang sejarah kretek bisa dilihat lengkap disini)

Kisah rokok kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi "keretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus ''klobot'' atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10, tanpa selubung kemasan sama sekali. Rokok kretek pun kian dikenal. Konon Djamari meninggal pada 1890. Identitas dan asal-usulnya hingga kini masih samar. Hanya temuannya itu yang terus berkembang.

Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

Oke, karena sejarah sudah dibahas maka kita langsung ke TKP. Jenis rokok yang dijual di Indonesia dan umumnya mudah ditemui dapat kita gambarkan sebagai berikut (Cerutu, Klobot, Klembak Menyan dan jenis-jenis aneh tidak akan dibahas dalam artikel ini karena belum ditemukan jelas kadar tar nikotinnya):
  • Sigaret Kretek Tangan (SKT)
Rokok ini merupakan jenis yang tertua di Indonesia. Jenis rokok ini memiliki kadar tar dan nikotin yang tertinggi di kelas rokok di Indonesia. Kisaran  tar dan nikotin yang tertinggi sekitar 36-40 mg tar dan 2.1-2.5 mg nikotin. Panjang rokok ini biasanya paling pendek ya mungkin 5-6.5/7 cm tapi kadang ada yang menawarkan versi King Size semisal Gudang Garam Djaja atau Gudang Garam Merah. Rasa yang ditimbulkan cukup nikmat apalagi dengan kopi hitam atau setelah makan, namun yang baru sekali mencoba akan susah payah untuk mendapatkan tarikan yang pas dari rokok jenis ini. Tarikan yang dihasilkan berat, karena kadar tarnya sangat tinggi dan asapnya sangat tebal serta aromanya sangat menyolok. Semisal Dji Sam Soe, Djarum Coklat, Sampoerna Kretek, Djarum 76, Sejati, Djinggo, Aroma, dan sebagainya. Untuk rasa halus dan tarikan yang lebih ringan bisa dicoba versi Gold (maksudnya kretek lights, semisal dalam hal ini Sejati Gold, Dji Sam Soe Gold (sudah tidak diproduksi lagi)) ataupun Super Premium (bahannya benar-benar pilihan, contoh Dji Sam Soe Super Premium). Dan yang ingin sensasi kretek tangan dalam bentuk slim bisa dicoba Wismilak Slim atau Galan Slim (untuk rokok SKT slim yang saya sebutkan tadi produsennya sama cuman blendnya berbeda). Pencitraan yang digunakan dalam rokok ini biasanya dalam iklan sering dikaitkan dengan budaya atau keakraban antar teman atau keberanian pemuda (terutama pemuda desa).

  • Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF)
Rokok ini adalah rokok yang saat-saat ini mulai banyak dikonsumsi oleh banyak kalangan. Diciptakan pertama kali oleh Bentoel sebagai jawaban atas munculnya rokok putih yang saat itu sudah mulai banyak muncul pada tahun 1960an. Tar dan Nikotin dalam rokok ini cukup besar namun tak sebesar di SKT, sekitar 28-34 mg Tar dan 1.2-2 mg Nikotin. Panjang rokok ini beragam, ada yang pendek semisal Gudang Garam Filter dan ada juga yang panjang semisal Djarum Super dan Magnum Filter. Umumnya, rasa rokok ini sangat manis pada filternya dan tarikannya mantap. Rokok ini merupakan pilihan bila seseorang sudah bosan dengan mild ataupun ingin terkesan lebih macho. Aromanya agak mirip dengan SKT ketika dibakar (terutama Gudang Garam Filter) namun terkadang aromanya terkesan berbeda semisal aroma dari hasil pembakaran Djarum Super. Rokok ini dikenal dengan pencitraan yang penuh petualangan atau eksklusif atau kaya rasa dalam iklannya. Semisal yang masuk dalam golongan ini adalah Gudang Garam International, Gudang Garam Surya, Dji Sam Soe Magnum Filter, Djarum Super, Bintang Buana Filter, dan sebagainya. 

  • Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM)
Golongan rokok ini merupakan golongan yang paling berkembang karena promosi yang besar-besaran dan penyesuaian rasa dan anggapan orang sekarang bahwa "less tar & nicotine, more healthy". Kiranya rokok ini merupakan peralihan dari rokok putih ke rokok kretek karena dia menawarkan rasa dan blend yang sama dengan rokok kretek tapi secara fisik (putih) dan kadar tar nikotinnya lebih mirip rokok putih (kadar tar nikotinnya lebih mirip rokok SPM Full Flavor) . Pencipta jenis rokok ini kebetulan namanya Muhammad Warsianto yang kebetulan membuat racikan dan produk dari A Mild, Star Mild dan saat ini Clas Mild (kebetulan di produsen rokok Clas Mild alias Nojorono dia menjadi penasihat senior). Tarikan yang diberikan rokok ini terkesan enteng namun untuk beberapa merek terkesan mantap (tergantung kadar tar dan blendnya).  Blend yang digunakan umumnya menggunakan tembakau Virginia atau Turkish dan tembakau-tembakau asal Indonesia lainnya. Tar dan nikotin dalam rokok ini berkisar 10-16 mg tar dan 0.8-1 mg nikotin. Filter yang digunakan biasanya ada busa kecil yang berguna menyaring tar lebih baik. Pencitraan dalam iklan biasanya menawarkan kebersamaan, menjadi diri sendiri, kreatif dan lain-lain. Contoh dalam rokok ini adalah Sampoerna A Mild, Avolution, A Flava, Star Mild, Djarum Super Mild, Dunhill Fine Cut Mild, Neo Mild, L.A. Lights, Surya Pro Mild, Envio Mild, Polo Mild, Urban Mild, U Mild, One Mild Rich Taste, Uno Mild, dan lain-lain.

  • Sigaret Putih Mesin (SPM)
Rokok ini dikenal sebagai rokok putih  karena tanpa ada kandungan cengkeh dan saus rasa khas kretek dalam produk ini. Rasa yang ada dalam rokok ini cenderung tawar namun nikmat dan cukup mantap bila bersama kopi instan ataupun kopi susu. Bila yang tak biasa, maka terkadang orang yang tak kuat akan sakit tenggorokan karena rasanya yang terkadang keras dan tak sesuai dengan orang Indonesia. Dapat dikategorikan sebagai American Blend yang campuran umumnya adalah Tembakau Turkish/Oriental, Burley dan Virginia dengan komposisi 50% Virginia, 37% Burley dan Oriental/Turkish sebanyak 12% (semisal Marlboro, Lucky Strike) ataupun English Blend yang campurannya Virginia dengan Turkish/Oriental tanpa ada tambahan tembakau Burley (Semisal Dunhill). Kadar tar dan nikotin dalam rokok ini sangat rendah dibanding kategori lain. Kisarannya sekitar 1-13 mg tar dan 0.1-1 mg nikotin (di Indonesia rokok dengan kadar tar terendah adalah The One buatan Korea sekitar 1 mg. Bisa didapatkan di Circle K, 7-Eleven, Indomaret dan toko2 yang menjual rokok-rokok impor atau barang-barang korea). Bentuk dalam rokok ini biasanya king size (seperti umumnya rokok putih yang kita sering temui), superslims (misal Esse, Virginia S.),  dan beberapa rokok panjang bisa 100-120 mm (rokok putih di luar banyak yang menjual ukuran tersebut, di Indonesia yang menjual ukuran tersebut kebanyakan di Kaskus atau toko rokok import). Pencitraan yang dilakukan biasanya keeksklusifan, kemewahan, petualangan ala koboi, menjadi diri sendiri dan sebagainya. Golongan ini paling jarang muncul dalam iklan televisi namun dalam media outdoor (billboard, point of sales, event dsb.) ataupun cetak cukup agresif. Kalaupun ada di TV pastilah itu merek lokal semisal iklan rokok putih lokal yang ada di televisi yaitu Country dan Marcopolo.

Sebagai tambahan saja. Orang Indonesia terutama kalau merokok cenderung kurang suka yang enteng-enteng, makanya kita sering temui kadar tar nikotin rokok Indonesia tinggi. Serta orang Indonesia kurang suka dengan filter charcoal karena rasanya terlalu enteng untuk dihisap dan menghilangkan rasa asli merokok (orang Indonesia senang yang kaya rasa, istilahnya Rich Taste kalo kata One Mild). Maka oleh karena itu kita jarang temukan orang yang merokok Mild Seven atau sejenisnya di jalanan (biasanya impor). Dan oleh karena itu rokok di Indonesia filternya terbuat dari acetate yang cenderung tidak mengurangi mantapnya rokok dan sesuai dengan kultur merokok Indonesia yang asap tebal, rasa mantap, dan tahan lama.

Dalam perkembangannya, hal ini suatu hari akan berubah karena teknologi. Semisal di luar negeri kita bisa menemukan Kent Mintek/M-Tek (Kent Menthol) yang dalam filternya ada semacam benang sebagai medium penyampaian menthol (disebutnya Flavor Thread, mungkin yang pernah ke Malaysia, Singapore atau Hongkong pasti akan menemukan merek ini di 7-Eleven atau penjual rokok disana). Atau nggak usah jauhlah, A Flava Click Mint (akhir-akhir ini produk ini sangat susah ditemui karena produk ini sebenarnya sudah dihentikan produksinya oleh Sampoerna karena katanya kurang begitu laku di pasaran lantaran produk ini benar-benar laku saat peluncurannya tahun 2010 karena penasaran dengan namanya "Click Mint" yang ada di filternya, kejadiannya sama kayak Dji Sam Soe Filter atau Dji Sam Soe Gold), Dunhill Switch dan Marlboro Ice Ball Series (di Indonesia terkenalnya Ice Blast, biasanya rokok ini dijual di Kaskus/toko rokok impor antara 30.000-50.000/bungkus dan barangnya rata-rata dapetnya dari Singapura/Hongkong/Malaysia baik yang dari toko kelontong macam 7-eleven (ada picture health warningnya) ataupun dari Duty Free (Peringatannya Smoking Kills atau yang lain, ngikut peringatan di UK) di bandara) itu sudah menggunakan teknologi Crushable Capsule dalam filternya. Dan yang agak ngetren di luar ialah superslims macam Virginia S. (nama baru dari Virginia Slims), Salem Nova, Marlboro Gold Edge/Touch, Kent Nanotek dan sebagainya serta Recessed Filter semacam Parliament gitu. Serta di Indonesia yang terbaru dan kita bisa temui adalah produk double filter dengan semacam recessed filter di tengahnya berbentuk segitiga dimana dalam filter keduanya berwarna merah yang kita bisa temukan di Djarum Black Mild. Dan artikel ini akan berubah bila diperlukan. Demikian post saya ini. Kurang lebih mohon maaf bila ada kesalahan. Kita akhiri dengan hamdalah bersama-sama.

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN


No comments:

Post a Comment

Post a Comment